Rhoma Irama Menangis Ceritakan Proses Dakwah Lewat Musik

236

Raja Dangdut Rhoma Irama tak kuasa menangis saat menceritakan proses membuat lirik lagu dakwah lewat musik. Rhoma menangis lantaran teringat nasihat seorang ulama dari Madura kepada dirinya untuk selalu melibatkan Allah dalam menulis lirik lagu untuk dakwah. Rhoma pun belakangan baru menyadari dan merasakan bahwa lirik-lirik lagunya begitu dahsyat yang dapat membawananya larut dan menagis ketika mendengarkannya.

Hal itu disampaikan Rhoma Irama saat menjadi narasumber pada gelaran acara bertajuk Dakwah Sphere
yang diselenggarakan Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) pada Selasa, 18 Februari 2025 di plaza PBNU, Jakarta. Hadir juga pendakwah lainnya stad Syamsuddin Nur Makka dan Habib Muhammad nin Shabab.

Dia berkisah sejak awal bertekad untuk menjadikan musik sebagai media edukasi, berdakwah, dan alat untuk mempersatukan bangsa. Menurutnya, Sejak 13 Oktober 1973, ia mendeklarasikan Soneta sebagai “the voice of muslim”. Hingga kini, ia terus berjuang untuk mengaktualisasikan perannya sebagai pembawa pesan moderasi beragama. Kerja keras dan konsistensi Rhoma Irama dalam dakwah melalui musik mendapat apresiasi dunia. Dia diundang ke Amerika Serikat dalam rangka International Conference on Islam and the Council of Indonesia and Malaysia. Di sana, keberhasilannya diakui sebagai bukti bahwa musik efektif untuk berdakwah dan membangun karakter manusia.